Wanita Perhimpunan Sarjana Hukum
Pada tahun 2026 ini, di tengah dinamika zaman dan tantangan global yang semakin kompleks, Wanita Perhimpunan Sarjana Hukum Indonesia (Wanita PERSAHI) hadir dengan refleksi mendalam: bagaimana nilai “Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa” diterjemahkan secara nyata ke dalam perlindungan hukum, penguatan peran perempuan dan anak, serta kemajuan sosial masyarakat.
Flyer resmi peringatan Sumpah Pemuda Wanita PERSAHI tahun ini mengusung pesan yang kuat: “Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa. Bersatu dalam keberagaman, maju bersama untuk Indonesia.”
Bagi organisasi yang telah berdiri sejak 26 November 1961 ini, keberagaman bukan sekadar latar belakang sosial, melainkan kekuatan kolektif. Sebagai wadah yang menghimpun sarjana hukum perempuan dan istri sarjana hukum di seluruh Indonesia, Wanita PERSAHI memandang bahwa persatuan nasional harus berakar pada tegaknya keadilan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat—terutama perempuan dan anak.
Di era modern saat ini, tantangan kebangsaan tidak lagi berbentuk penjajahan fisik, melainkan bagaimana menjaga keutuhan moral bangsa, perlindungan hukum terhadap kelompok rentan, serta pemenuhan hak-hak sosial-ekonomi masyarakat. Sejalan dengan visi organisasi di bawah kepemimpinan Ketua Umum Santi Diansari Hargianto, S.H., M.H., Wanita PERSAHI terus mengambil peran aktif melalui pilar-pilar program utamanya:
Sumpah Pemuda 1928 adalah bukti otentik bahwa pemuda-pemudi Indonesia dari berbagai latar belakang mampu menepis perbedaan demi satu tujuan besar: kemerdekaan Indonesia. Semangat inilah yang terus dihidupkan oleh Wanita PERSAHI dalam setiap langkah pengabdiannya.
Melalui momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 ini, Wanita PERSAHI mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya kaum perempuan dan generasi muda hukum Indonesia, untuk terus bergandengan tangan. Perjuangan hari ini adalah bagaimana merawat martabat perempuan Indonesia di mata hukum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan memastikan keadilan sosial benar-benar dirasakan oleh setiap anak negeri.
“Bersama, merawat martabat perempuan Indonesia di mata hukum — hari ini, dan untuk generasi yang akan datang.”
In 2026, amid a rapidly shifting global landscape and complex modern challenges, Wanita PERSAHI (The Indonesian Women Law Graduates and Law Practitioners’ Spouses Association) reflects deeply on how the timeless ideals of “One Homeland, One Nation, and One Language” must be actively manifested through robust legal safeguards, the elevation of women and children, and collective societal progress.
This year’s official Youth Pledge campaign flyer from Wanita PERSAHI highlights a powerful ethos: “One homeland, one nation, one language. United in diversity, moving forward together for Indonesia.”
Since its establishment on November 26, 1961, the organization has viewed diversity not as a dividing line, but as our greatest collective strength. As a premier network uniting female legal professionals and jurists’ spouses nationwide, Wanita PERSAHI firmly believes that national cohesion must be anchored in equitable access to justice—particularly for vulnerable women and children.
Today, the threats to our nation are no longer defined by physical borders or colonial rule, but by the imperative to safeguard civic ethics, shield vulnerable demographics under the law, and uphold socio-economic welfare. Guided by the vision of Chairperson Santi Diansari Hargianto, S.H., M.H., Wanita PERSAHI drives meaningful impact through its foundational strategic pillars:
The Youth Pledge of 1928 remains a historic testament to how young Indonesians from diverse origins set aside differences for a singular noble cause: a free Indonesia. This enduring legacy continues to breathe life into every philanthropic and legal initiative undertaken by Wanita PERSAHI.
On this Youth Pledge Day 2026, Wanita PERSAHI calls upon all citizens—especially women and the nation’s young legal minds—to stand shoulder to shoulder. Our shared mission moving forward is to fiercely protect the dignity of Indonesian women under the law, foster an enlightened society, and ensure that true social justice reaches every corner of our republic.
“Standing together to safeguard the dignity of Indonesian women under the law — today, and for the generations yet to come.”