Setiap perjalanan kepemimpinan memiliki ceritanya sendiri. Bagi Ibu Nannie Hadi Tjahjanto, SH., perjalanan itu tumbuh dari pengalaman panjang dalam organisasi perempuan hingga akhirnya dipercaya memimpin Kongres Wanita Indonesia (KOWANI).
Pada 4 Oktober 2026, keluarga besar Wanita PERSAHI menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Ibu Nannie Hadi Tjahjanto, SH. Lebih dari sekadar sebuah peringatan, momentum ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan panjang seorang perempuan yang terus mengambil peran dalam pemberdayaan, kepemimpinan, dan pengabdian.
Perjalanan tersebut tidak hadir dalam satu langkah. Ia terbentuk dari pengalaman, tanggung jawab, serta keterlibatan dalam berbagai organisasi perempuan. Dari perjalanan itu pula, Nannie menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan bukan semata-mata tentang posisi yang ditempati, melainkan tentang nilai dan dampak yang dapat diberikan.
Pandangan tersebut tercermin ketika Nannie berbicara mengenai kepemimpinan perempuan dalam sebuah forum yang membahas penguatan kapasitas perempuan dan lahirnya pemimpin-pemimpin muda.
“Kepemimpinan perempuan bukan hanya posisi yang akan ditempatkan, tapi dampak apa yang akan diciptakan.” — Nannie Hadi Tjahjanto, SH.
Kalimat tersebut terasa sederhana, tetapi menyimpan cara pandang yang kuat. Kepemimpinan tidak berhenti pada jabatan atau gelar. Ia menemukan maknanya ketika kehadiran seseorang mampu membuka ruang, memperluas kesempatan, dan menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan.
Perjalanan Nannie sendiri memperlihatkan proses tersebut. Sebelum dipercaya memimpin KOWANI, ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua Umum Dharma Pertiwi masa bakti 2017–2021. Peran itu menjadi bagian penting dari pengalaman panjangnya dalam organisasi perempuan dan pemberdayaan keluarga besar TNI.
Dalam perjalanan berikutnya, ketika mendampingi suaminya, Hadi Tjahjanto, dalam tugas sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional serta kemudian sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, kiprah Nannie dalam berbagai kegiatan perempuan dan sosial terus berlanjut.
Pengalaman yang dibangun dari berbagai ruang pengabdian tersebut kemudian membawanya pada amanah yang lebih luas di tingkat nasional. Dalam Kongres XXVI KOWANI yang berlangsung pada 4–5 Desember 2024, Nannie Hadi Tjahjanto ditetapkan sebagai Ketua Umum KOWANI untuk masa bakti 2024–2029.
Amanah tersebut membawa agenda yang tidak kecil: memperluas akses perempuan terhadap pendidikan, kesehatan, perlindungan, kemandirian ekonomi, kewirausahaan, serta memperkuat kemitraan lintas sektor agar perempuan dapat mengambil bagian secara penuh dalam pembangunan.
“Kowani tetap pada jalurnya. Kami ingin membangun kemitraan yang memperluas akses pendidikan, kesehatan, dan perlindungan agar perempuan dapat berpartisipasi penuh dalam pembangunan berkelanjutan.” — Nannie Hadi Tjahjanto, SH.
Pernyataan tersebut memperlihatkan arah kepemimpinan yang menempatkan perempuan bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai bagian penting dari proses pembangunan. Akses, kesempatan, perlindungan, dan kemitraan menjadi bagian dari upaya agar perempuan dapat tumbuh dan berkontribusi secara lebih luas.
Perjalanan Nannie juga memiliki hubungan yang erat dengan Wanita PERSAHI. Dengan latar belakang hukum dan pengalaman panjang dalam organisasi perempuan, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pengawas Wanita PERSAHI.
Posisi tersebut menjadi bagian dari hubungan yang lebih luas antara Wanita PERSAHI dan gerakan perempuan Indonesia. Sebagai organisasi yang menghimpun para perempuan sarjana hukum, Wanita PERSAHI terus mengambil bagian dalam memperkuat peran perempuan, termasuk melalui jaringan dan kemitraan dalam gerakan perempuan nasional.
Karena itu, ucapan ulang tahun hari ini bukan sekadar ucapan seremonial. Ia menjadi ungkapan penghargaan atas sebuah perjalanan yang panjang—dari pengalaman memimpin organisasi perempuan, menjalankan berbagai tanggung jawab sosial, hingga akhirnya dipercaya membawa KOWANI dalam masa bakti 2024–2029.
Dari Dharma Pertiwi menuju KOWANI, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan tumbuh melalui pengalaman, tanggung jawab, kolaborasi, dan kesediaan untuk terus belajar. Jabatan mungkin memiliki masa bakti, tetapi pengalaman, gagasan, dan kontribusi yang diberikan dapat meninggalkan jejak yang jauh lebih panjang.
Selamat ulang tahun, Ibu Nannie Hadi Tjahjanto, SH. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan setiap amanah, serta terus menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk hadir, bergerak, dan menciptakan dampak nyata.