Wanita Perhimpunan Sarjana Hukum

Menyelami Seri ‘Scandal’ Karya Melly Kemawala Winta

Menyelami Seri ‘Scandal’ Karya Melly Kemawala Winta

JAKARTA, wanitapersahi.or.id — Di balik perannya sebagai Bendahara Umum Wanita Persahi yang teliti, Ibu Melly Kemawala Winta adalah seorang seniman dengan jiwa pemberani. Dalam sebuah wawancara hangat di sela-sela kegiatannya, beliau membedah filosofi di balik karya lukisnya yang kini tengah menjadi perbincangan di kalangan penikmat seni internasional, sebuah seri yang diberi judul provokatif: “Scandal?”.

Melly Kemala Winta, optimis dengan tema lukisan skandalnya

Mendefinisikan Ulang Makna Skandal

Bagi sebagian orang, kata “skandal” kerap berkonotasi negatif seperti perselingkuhan atau pengkhianatan. Namun, di tangan Ibu Melly, skandal adalah sebuah pertanyaan besar mengenai tabiat manusia. Melalui seri lukisannya, beliau menampilkan “Tujuh Ratu” yang merepresentasikan tujuh karakter manusia, mulai dari dendam, keserakan, hingga kesombongan.

“Konteksnya adalah tujuh karakter manusia yang berbeda-beda. Ini adalah komunikasi antara manusia dengan lingkungannya yang memicu sebuah pertanyaan,” jelas beliau. Melalui karyanya, Ibu Melly ingin mengajak penikmat seni untuk berefleksi dan melihat sisi mana dari diri manusia yang boleh diungkapkan tanpa mengganggu individu lainnya.

Keberanian yang Terukur Secara Hukum

Sebagai bagian dari Wanita Perhimpunan Sarjana Hukum Indonesia (Wanita Persahi), Ibu Melly sangat menyadari risiko hukum di balik sebuah judul yang provokatif. Namun, keberhasilannya menembus galeri-galeri elit internasional membuktikan bahwa idenya dapat diterima secara logika dan etika.

Tjut Shahnaz, konsultan HAKI pengurus Wanita Persahi

Beliau menekankan pentingnya menciptakan karya yang dapat dinikmati tanpa melanggar hukum atau profesi yang dijunjung tinggi. “Saya melukis dengan jiwa, sehingga ada getaran yang berkomunikasi langsung dengan penontonnya,” tuturnya mengenai proses kreatif yang membuat lukisannya mampu berbicara sendiri.

Konteks Peristiwa: Komunikasi Lewat Kanvas

Pemikiran Ibu Melly ini mengemuka saat beliau menjelaskan latar belakang seri lukisannya yang kini telah memasuki seri keenam dan ketujuh. Karya-karya tersebut bukan hanya sekadar pajangan, melainkan sarana komunikasi dua arah antara seniman dan penikmatnya. Kehadirannya sebagai pelukis senior di lingkungan Wanita Persahi memberikan dimensi baru bahwa seorang sarjana hukum juga mampu mengekspresikan nilai-nilai kemanusiaan melalui media estetika yang dinamis.

wawancara dilakukan saat hadiri hut Wanita persahi yang ke 64

Pesan untuk Seniman Muda: Pantang Mundur dan Berani Mendobrak

Sebagai senior, Ibu Melly menitipkan pesan kuat bagi para pelukis muda yang baru memulai karier. Beliau mendorong mereka untuk memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan tidak takut akan kegagalan atau penilaian orang lain terhadap karyanya.

“Pantang mundur, maju terus. Pokoknya harus percaya diri dan yakin,” tegas beliau. Beliau mengingatkan bahwa kesuksesan memerlukan proses tahap demi tahap. Pelukis muda harus berani melihat situasi dari perspektif baru dan mencari dobrakan yang membuat jiwa berpikir lebih energik dan bijaksana.

http://wanitapersahi.or.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*