Menenun Asa di SMESCO: Saat Tradisi Kriya dan Proteksi Hukum Berpadu untuk UMKM Negeri
Aspek legalitas mengambil panggung utama dalam gelaran EXPO 2026: Harmoni Ramadhan, Bangkit Bersama UMKM. Kolaborasi antara DWP Kementerian UMKM dan EPIC Market Kriya Nusantara yang digelar di SMESCO Jakarta (11-12 Maret 2026) ini tidak hanya merayakan kelestarian budaya, tetapi juga mengukuhkan fondasi hukum bagi para pelaku usaha kreatif di tanah air.

Edukasi HKI: Benteng Pertahanan Karya Kreatif
Wanita Persahi menegaskan komitmen pengabdiannya dengan membekali pelaku UMKM melalui literasi hukum yang kuat. Dalam sesi ‘Kekayaan Intelektual untuk Melindungi Karya UMKM Indonesia’, Ketua Bidang HKI Wanita Persahi, Ibu Tjut Sjahnaz Zahirsjah, hadir membagikan kepakarannya sebagai Advokat PERADI dan Konsultan HKI untuk memastikan karya kreatif lokal memiliki perlindungan hukum yang kokoh.

Dalam paparannya, Ibu Tjut Sjahnaz menekankan bahwa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bukan sekadar urusan administratif belaka, melainkan bentuk nyata perlindungan terhadap kehormatan sebuah karya.
“Setiap motif, desain, dan merek adalah aset yang sangat berharga. Wanita Persahi berkomitmen penuh untuk memastikan para pelaku UMKM memiliki pemahaman kuat dalam memproteksi karya mereka. Tujuannya agar produk lokal tidak hanya memiliki daya saing global, tetapi juga membentengi diri dari risiko klaim sepihak,” tegasnya.
Menenun Tradisi, Memperkuat Ekonomi
Semangat penguatan UMKM ini kian lengkap dengan kehadiran Ketua Umum KOWANI, Ibu Nannie Hadi Tjahjanto. Mengusung tema “Menenun Tradisi, Memperkuat Ekonomi UMKM Negeri”, beliau memberikan apresiasi atas kolaborasi lintas organisasi yang memberikan perhatian pada keberlangsungan kriya nusantara.

Ibu Nannie menekankan bahwa sentuhan tradisi yang dipadukan dengan manajemen profesional dan perlindungan hukum yang jelas akan menciptakan ekosistem UMKM yang jauh lebih tangguh.
Sinergi Strategis di Gedung SMESCO
Kegiatan yang berlangsung meriah menjelang bulan Ramadhan ini turut didukung oleh mitra strategis seperti Bank BTN, SMESCO, Batpay, dan Adalight. Kehadiran Wanita Persahi dalam ruang publik seperti ini menegaskan peran organisasi dalam memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam aspek pendampingan hukum dan konsultasi HKI bagi masyarakat luas.

Melalui partisipasi ini, Wanita Persahi berharap kesadaran akan pentingnya legalitas usaha dapat terus meningkat, sehingga produk-produk kriya unggulan Indonesia dapat melangkah mantap menuju pasar global dengan perlindungan hukum yang paripurna.
#WanitaPersahi #PerlindunganHKI #UMKMNaikKelas #KriyaNusantara #AdvokatIndonesia